Home
Projects
About
Services
Blog
Contact
Kembali
perpres 54 2023farmasinakesregulasi jamu

Dampak Perpres 54/2023 pada Farmasi dan Nakes

Perpres 54 2023 tentang pengembangan jamu berdampak besar pada industri farmasi dan tenaga kesehatan di Indonesia. Pelajari bagaimana regulasi ini tingkatkan daya saing, SDM, dan pemanfaatan alam berkelanjutan. Penting untuk nakes dan apoteker!

Gilang Ramadhan•12 Maret 2026•5 min read
Dampak Perpres 54/2023 pada Farmasi dan Nakes
Dampak Perpres 54/2023 pada Farmasi dan Nakes

Perpres No. 54 Tahun 2023: Dampak pada Farmasi & Nakes

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu menjadi sebuah tonggak regulasi yang signifikan bagi industri kesehatan di Indonesia, khususnya bagi para praktisi farmasi dan tenaga kesehatan (nakes) lainnya. Regulasi ini bukan hanya sekadar pembaruan administrasi, melainkan sebuah peta jalan yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, daya saing, serta mengembangkan sumber daya manusia melalui pemanfaatan kekayaan alam Indonesia secara berkelanjutan. Penting bagi Anda sebagai apoteker dan nakes untuk memahami secara mendalam apa saja yang diatur dalam Perpres ini dan bagaimana penerapannya akan memengaruhi praktik sehari-hari Anda.

Perpres ini memberikan landasan hukum yang jelas mengenai kriteria jamu, pengembangan jamu, pemanfaatan jamu, hingga peta jalan pengembangan dan pemanfaatan jamu. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa jamu Indonesia dapat berkembang secara optimal, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga untuk bersaing di pasar global. Dengan adanya pedoman yang terstruktur, diharapkan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam mewujudkan potensi jamu Indonesia secara maksimal, seraya tetap menjaga kelestarian sumber daya alam (Peraturan BPK RI, 2023).

Pengaturan Utama dan Dampak pada Praktik

Perpres No. 54 Tahun 2023 menggarisbawahi beberapa aspek krusial yang perlu menjadi perhatian para praktisi farmasi dan nakes.

Kriteria dan Pengembangan Jamu

Regulasi ini menetapkan batasan istilah yang digunakan dalam pengembangan dan pemanfaatan jamu, memberikan definisi yang lebih presisi mengenai apa yang dimaksud dengan jamu. Hal ini penting untuk standarisasi produk dan memastikan kualitas serta keamanan jamu yang beredar di masyarakat. Bagi apoteker, pemahaman mendalam mengenai kriteria ini sangat vital dalam memberikan edukasi kepada pasien mengenai jamu yang aman dan berkhasiat. Pengembangan jamu yang dimaksud mencakup penelitian dan inovasi untuk menghasilkan produk jamu yang lebih efektif dan aman, sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Peraturan BPK RI, 2023).

Pemanfaatan Jamu dan Peran Nakes

Perpres ini mendorong pemanfaatan jamu sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Ini berarti nakes, termasuk apoteker, memiliki peran yang lebih besar dalam mengintegrasikan jamu dalam pelayanan kesehatan. Misalnya, dalam memberikan konseling kepada pasien, apoteker dapat memberikan informasi mengenai pilihan terapi herbal yang sesuai, tentu dengan tetap mengutamakan prinsip rasionalitas dan keamanan. Hal ini sejalan dengan upaya global untuk mengintegrasikan pengobatan tradisional dan komplementer dalam sistem kesehatan yang lebih luas (WHO, 2024). Kemampuan untuk memberikan skrining kesehatan dasar, termasuk rekomendasi penggunaan jamu yang tepat, kini menjadi semakin relevan bagi apoteker komunitas (Gilang, 2024).

Peta Jalan dan Dukungan

Perpres ini juga memuat tentang peta jalan pengembangan dan pemanfaatan jamu, yang menunjukkan arah strategis jangka panjang. Dukungan yang diberikan mencakup berbagai aspek, mulai dari pendanaan, penelitian, hingga regulasi yang mendukung. Bagi industri farmasi, ini menjadi peluang untuk berinvestasi dalam riset dan pengembangan produk jamu yang inovatif. Sementara bagi nakes, ini berarti akan ada lebih banyak sumber daya dan informasi yang tersedia untuk mendukung praktik mereka terkait jamu.

Implementasi dan Kepatuhan

Implementasi Perpres No. 54 Tahun 2023 memerlukan sinergi dari berbagai pihak. Kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan harus bekerja sama untuk memastikan setiap ketentuan dalam Perpres ini dijalankan dengan baik.

Pedoman Pelaksanaan

Untuk mematuhi regulasi ini, para praktisi farmasi dan nakes perlu terus memperbarui pengetahuan mereka mengenai perkembangan terbaru terkait jamu. Pelatihan dan seminar yang diselenggarakan oleh organisasi profesi atau lembaga terkait akan menjadi sarana yang efektif untuk memahami detail teknis dan implikasi praktis dari Perpres ini. Selain itu, penting untuk selalu merujuk pada pedoman teknis yang dikeluarkan oleh kementerian terkait, seperti Kementerian Kesehatan atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang akan memberikan panduan lebih rinci mengenai standar dan prosedur.

Monitoring dan Evaluasi

Perpres ini juga mengatur mengenai pemantauan, evaluasi, pengendalian, dan pelaporan. Mekanisme ini penting untuk memastikan bahwa pengembangan dan pemanfaatan jamu berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dan tidak menimbulkan dampak negatif. Sanksi akan diberlakukan bagi pihak yang tidak mematuhi ketentuan yang ada, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya

Perpres No. 54 Tahun 2023 merupakan langkah maju yang signifikan dalam memajukan industri jamu Indonesia dan mengintegrasikannya ke dalam sistem kesehatan nasional. Bagi Anda sebagai apoteker dan tenaga kesehatan, regulasi ini membuka peluang baru sekaligus menuntut peningkatan kompetensi dan pemahaman.

Sebagai langkah konkret, Anda perlu proaktif dalam mencari informasi terkait detail implementasi Perpres ini. Ikuti perkembangan regulasi turunan yang mungkin akan diterbitkan oleh kementerian terkait. Perluas wawasan Anda mengenai jamu, mulai dari aspek ilmiah, keamanan, hingga cara penggunaannya yang rasional. Dengan demikian, Anda dapat berkontribusi secara optimal dalam pengembangan dan pemanfaatan jamu demi kemajuan kesehatan masyarakat Indonesia.


Referensi

  1. Burden of 375 diseases and injuries, risk-attributable burden of 88 risk factors, and healthy life expectancy in 204 countries and territories, including 660 subnational locations, 1990-2023: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2023
  2. Global fertility in 204 countries and territories, 1950-2021, with forecasts to 2100: a comprehensive demographic analysis for the Global Burden of Disease Study 2021
  3. Global burden and strength of evidence for 88 risk factors in 204 countries and 811 subnational locations, 1990-2021: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2021
  4. Global incidence, prevalence, years lived with disability (YLDs), disability-adjusted life-years (DALYs), and healthy life expectancy (HALE) for 371 diseases and injuries in 204 countries and territories and 811 subnational locations, 1990-2021: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2021
  5. PERPRES No. 54 Tahun 2023
  6. Peraturan Presiden
  7. PP 28 Th 2024 Menggantikan PP 51 Th 2009 dan PP 20 Th 62, Eksistensi Apoteker Terancam? – Info Farmasi Terkini Berbasis Ilmiah dan Praktis
  8. Kemkes
  9. DPR

On This Page

Perpres No. 54 Tahun 2023: Dampak pada Farmasi & NakesPengaturan Utama dan Dampak pada PraktikKriteria dan Pengembangan JamuPemanfaatan Jamu dan Peran NakesPeta Jalan dan DukunganImplementasi dan KepatuhanPedoman PelaksanaanMonitoring dan EvaluasiKesimpulan dan Langkah SelanjutnyaReferensi
Lihat semua artikel

Diperbarui terakhir: 12 Maret 2026

Lanjut Baca

Artikel lain yang masih relevan buat dibuka setelah ini.

Urutan rekomendasi sekarang diprioritaskan dari tag yang paling dekat dengan artikel yang sedang dibaca.

Penyakit Ginjal: Kenali Gejala & Pencegahan Dini
farmasi

Penyakit Ginjal: Kenali Gejala & Pencegahan Dini

Penyakit Ginjal: Kenali Gejala & Pencegahan Dini

9 Mar 2026•5 min read•Buka
AI dalam Penemuan Obat: Revolusi Farmasi Dimulai
aifarmasi

AI dalam Penemuan Obat: Revolusi Farmasi Dimulai

Kecerdasan Buatan (AI) merevolusi penemuan obat di industri farmasi Indonesia. Pahami bagaimana AI farmasi mempercepat pengembangan terapi baru dan dampaknya. Baca selengkapnya!

9 Mar 2026•6 min read•Buka
Pemanfaatan AI dalam Dunia Farmasi di Indonesia: Inovasi & Riset
aifarmasi

Pemanfaatan AI dalam Dunia Farmasi di Indonesia: Inovasi & Riset

Kecerdasan buatan (AI) kini merambah dunia farmasi di Indonesia. Pelajari bagaimana pemanfaatan AI dalam dunia farmasi di Indonesia merevolusi penemuan obat dan diagnosa penyakit.

7 Mar 2026•5 min read•Buka
HomeHomeProjectsProjectsAboutAboutServicesServicesBlogBlogContactContact